“Semua program tersebut adalah bagian dari komitmen kita untuk membangun masyarakat yang berakhlak, berempati, dan berjiwa sosial tinggi,” jelas Chaidir.
Ia menegaskan, menjadi petugas pemulasaraan jenazah bukan hanya pekerjaan sosial, melainkan amal ibadah dengan pahala besar di sisi Allah SWT.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada seremonial, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan. Jadilah petugas yang profesional, amanah, dan ikhlas, karena tugas ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati dan pengabdian,” pesannya.
“Semoga pelatihan ini menambah pengetahuan, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di Kabupaten Tangerang,” tandasnya.
Pelatihan ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas berat mengurus jenazah, tersimpan makna kemanusiaan dan keikhlasan yang mendalam — sebuah panggilan suci yang tak semua orang mampu melaksanakannya.