“Mari kita jadikan Hari Santri ini sebagai momentum kebangkitan santri Kabupaten Tangerang. Tanamkan dalam diri bahwa barangsiapa menanam ilmu, maka ia menanam masa depan. Rawatlah tradisi pesantren, namun juga peluklah inovasi zaman. Jaga akhlak, hormati guru dan kiai, cintai tanah air, serta bawa semangat pesantren ke ruang publik dan dunia kerja,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengajak seluruh peserta apel untuk menundukkan kepala dan mendoakan para santri yang wafat dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan iman,” ucapnya penuh haru.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Tangerang ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi panggilan jiwa bagi para santri untuk menulis sejarah baru—membawa semangat pesantren dari bilik ilmu menuju panggung peradaban dunia.