Kamis, 1 Oktober 2026

Upacara Bakar Batu di Papua, Simbol Persatuan dan Kebersamaan

BAGIKAN:
Upacara Bakar Batu di Papua, Simbol Persatuan dan Kebersamaa...
0
Upacara Bakar Batu di Papua, Simbol Persatuan dan Kebersamaan

SERANG – Di tengah keindahan alam dan keragaman budaya Tanah Papua, terdapat sebuah tradisi turun-temurun yang sarat makna dan kebersamaan, yaitu Upacara Bakar Batu. Ritual ini bukan sekadar kegiatan memasak bersama, melainkan simbol kuat dari persatuan, rasa syukur, dan solidaritas antarwarga di berbagai suku di Papua.

Upacara Bakar Batu biasanya digelar untuk menandai momen penting, seperti pernikahan, kelahiran, perdamaian antar-suku, atau penyambutan tamu kehormatan. Dalam prosesi ini, masyarakat secara gotong royong menyiapkan batu-batu besar yang dipanaskan hingga membara, kemudian digunakan untuk memanggang makanan seperti daging babi, ubi, sayur, dan sayuran lainnya yang ditutup dengan dedaunan.

“Bakar Batu bukan hanya tentang makan bersama, tapi juga tentang kebersamaan dan rasa saling menghargai. Semua orang berperan, tanpa memandang status atau usia,” ujar Yonas Wenda, salah satu tokoh adat di Lanny Jaya.

Makna mendalam dari Upacara Bakar Batu terletak pada nilai-nilai gotong royong, persaudaraan, dan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan. Setiap orang hadir membawa bahan makanan sesuai kemampuan, lalu seluruh hasilnya dinikmati bersama tanpa perbedaan.

Selain menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Papua, tradisi ini juga menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin menyaksikan langsung kehangatan budaya khas Papua. Pemerintah daerah pun terus mendorong pelestarian Bakar Batu sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas dan nilai persatuan bangsa Indonesia.

🔥 Upacara Bakar Batu, lebih dari sekadar tradisi — ia adalah simbol cinta, kebersamaan, dan semangat persatuan yang hidup di jantung masyarakat Papua.

Ma’nene di Toraja, Tradisi Mengganti Pakaian Leluhur Penuh Cinta dan Hormat
Artikel Selanjutnya

Ma’nene di Toraja, Tradisi Mengganti Pakaian Leluhur Penuh Cinta dan Hormat

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 12 Oktober 2025, 17:55 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Florencia Kirana Wilman: Bukti bahwa Siswi SMK Juga Bisa Berprestasi

Konten dari Pengguna Cerita Rabu, 30 September 2026 | 04:17 WIB

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 04:11 WIB

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Bandung Bersiap Sambut Forum Kota Pusaka Indonesia 2027

Konten Redaksi Senin, 24 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Saatnya Peduli, Kalapas Bandanaira Ajak Donasi untuk Warga NTT Terdampak Bencana

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:32 WIB