Menurutnya, pengembangan potensi desa ini merupakan langkah strategis untuk menekan pengangguran melalui program Kemendes PDT seperti desa ekspor, desa wisata, serta swasembada pangan dan energi.
“Swasembada energi dalam artian yang sangat luas itu, kita meyakini semuanya ada potensi itu di desa. Tinggal bagaimana kita meramu itu semua supaya bisa lebih bermanfaat, dan bisa mengurangi pengangguran dan pemerataan ekonomi,” tandasnya.
Yandri juga mengimbau masyarakat untuk tetap kompak dan guyub dalam mendukung pembangunan desa.
“Kekompakan penduduk desa itu sangat kita butuhkan, dalam rangka untuk mensukseskan program strategis nasional maupun program-program yang ada di Kemendes PDT,” jelasnya.
Selain itu, Yandri turut mensosialisasikan Program Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan informasi yang diterimanya, masyarakat di Desa Tenjo Ayu dan Curukcuk belum menerima manfaat program tersebut.
“Ini tentu akan kita urai persoalannya sehingga tidak dalam waktu yang lama para penerima manfaat bisa menikmati MBG dari Bapak Presiden, itu bisa sampai ke anak-anak kita dan ibu hamil,” ungkapnya.
Yandri juga menjelaskan mengenai Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sedang digarap pemerintah pusat.
“Saya menyaksikan langsung kerjasama antara Wakil Panglima TNI dengan PT. Agrinas yang akan melaksanakan pembangunan di setiap desa, atas saran bapak presiden dalam waktu dekat akan dimulai di seluruh Indonesia pembangunan fisik koperasi desa merah putih yang isinya lengkap dan bisa dijangkau oleh masyarakat,” terangnya.