Minggu, 4 Oktober 2026

Program Makan Gratis Presiden Prabowo Diterpa Badai Keracunan, Ribuan Anak Jadi Korban

BAGIKAN:
Program Makan Gratis Presiden Prabowo Diterpa Badai Keracuna...
0
Program Makan Gratis Presiden Prabowo Diterpa Badai Keracunan, Ribuan Anak Jadi Korban

JAKARTA, 26 September – Program makan gratis berskala nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto kini tengah disorot tajam. Sebuah lembaga pemerintah yang menjalankan program tersebut mengakui adanya kelemahan pengawasan hingga memicu wabah keracunan makanan yang menimpa ribuan anak sekolah.

Sejak diluncurkan Januari lalu, hampir 6.000 orang dilaporkan jatuh sakit setelah menyantap makan siang gratis. Lonjakan terbaru terjadi di Jawa Barat pekan ini, dengan lebih dari 1.000 anak menjadi korban.

Kekhawatiran publik pun meningkat. Inisiatif bernilai miliaran dolar ini awalnya ditujukan untuk menjangkau lebih dari 20 juta penerima, dengan target ambisius memberi makan 83 juta orang pada akhir tahun.

Namun, lembaga pelaksana program mengungkap bahwa dari total anggaran 171 triliun rupiah, mereka memperkirakan hanya dapat membelanjakan 99 triliun rupiah pada tahun ini.

Dalam konferensi pers penuh emosi, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Deyang, meminta maaf dan bahkan sampai menitikkan air mata.

“Kesalahan terbesar kami adalah... kurangnya pengawasan,” ujarnya dengan nada sesal. Ia menegaskan bahwa lembaganya bertanggung jawab penuh.

“Kasus-kasus terbaru terjadi karena mitra kami dan tim internal kami tidak mengikuti standar operasional yang benar.”

Nanik juga menambahkan bahwa waktu memasak yang tidak konsisten turut menjadi penyebab keracunan. Sebagai langkah perbaikan, ia memastikan pengawasan akan diperketat. “Makanan olahan kini dilarang dalam menu makan siang, dan dapur yang tidak memiliki sertifikasi kesehatan yang layak akan ditutup bulan depan,” tegasnya dikutip dari reuters.com

Kasus Diabetes di Indonesia Terus Meningkat, Ahli Ingatkan Pentingnya Pola Hidup Sehat
Artikel Selanjutnya

Kasus Diabetes di Indonesia Terus Meningkat, Ahli Ingatkan Pentingnya Pola Hidup Sehat

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 28 September 2025, 00:04 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB