Selasa, 6 Oktober 2026

Cegah Risiko Mata Anak Akibat Gadget, Orang Tua Diminta Cermat Pilih Kacamata yang Tepat

BAGIKAN:
Cegah Risiko Mata Anak Akibat Gadget, Orang Tua Diminta Cerm...
0
Cegah Risiko Mata Anak Akibat Gadget, Orang Tua Diminta Cermat Pilih Kacamata yang Tepat

BANTEN – Paparan gadget yang berlebihan pada anak semakin menjadi perhatian serius di era digital. Banyak penelitian menunjukkan penggunaan gawai dalam durasi panjang dapat memicu gangguan kesehatan mata, seperti rabun jauh, mata lelah, hingga sindrom penglihatan digital (digital eye strain).

Dokter spesialis mata, dr. Rani Pratiwi, SpM, mengingatkan bahwa kebiasaan anak menatap layar terlalu lama tanpa jeda bisa berdampak jangka panjang.

“Mata anak masih dalam tahap perkembangan. Jika terlalu sering terpapar sinar biru dari gadget, risiko kerusakan refraksi seperti miopia (rabun jauh) bisa meningkat,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).

Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memilih kacamata khusus untuk anak. Kacamata dengan lensa anti radiasi sinar biru atau blue light protection dinilai efektif membantu mengurangi ketegangan mata akibat layar gadget.

Namun, menurut dr. Rani, orang tua harus berhati-hati.

“Tidak semua kacamata dengan label anti radiasi benar-benar memiliki perlindungan. Pilihlah produk yang sudah teruji klinis, dan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mata sebelum membeli,” jelasnya.

Selain penggunaan kacamata, kebiasaan sehat juga perlu ditanamkan sejak dini. Dokter menyarankan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, anak harus mengalihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

Kebiasaan ini membantu mata beristirahat dan mengurangi ketegangan.

Orang tua juga disarankan membatasi durasi penggunaan gadget pada anak, terutama di bawah usia 12 tahun. Aktivitas luar ruangan yang cukup di bawah cahaya alami dapat membantu menurunkan risiko gangguan mata.

“Intinya bukan hanya kacamata, tapi gaya hidup sehat mata yang harus diterapkan. Batasi penggunaan gadget, perbanyak aktivitas fisik, dan lakukan pemeriksaan mata secara berkala,” pungkas dr.

Rani.

Hati-Hati, Konsumsi Vitamin Berlebihan Bisa Sebabkan Hipervitaminosis
Artikel Selanjutnya

Hati-Hati, Konsumsi Vitamin Berlebihan Bisa Sebabkan Hipervitaminosis

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 27 September 2025, 20:27 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Tembus 7 Juta Peserta, CKG Banten Duduki Peringkat Kedua Nasional

Konten Redaksi Senin, 5 Oktober 2026 | 20:54 WIB

MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB