Jumat, 2 Oktober 2026

Serat : Si Kecil yang Jadi Penyelamat Tubuh di Era Serba Cepat

BAGIKAN:
Serat : Si Kecil yang Jadi Penyelamat Tubuh di Era Serba Cep...
0
Serat : Si Kecil yang Jadi Penyelamat Tubuh di Era Serba Cepat

Sementara itu, serat tidak larut banyak terdapat pada biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta sayuran hijau berdaun (Stephen et al., 2017). Produk olahan berbasis serealia utuh, seperti roti gandum dan oatmeal, juga menjadi sumber serat penting yang dapat dikonsumsi sehari-hari.

Selain itu, umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, dan kentang juga diketahui memiliki kandungan serat yang bermanfaat bagi kesehatan (Anderson et al., 2020).

Menurut Soliman (2019), Serat pangan memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah didukung oleh penelitian ilmiah. Konsumsi serat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, mencegah sembelit, serta mendukung keseimbangan mikrobiota usus.

Serat larut juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein), sehingga mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, asupan serat yang memadai membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.

Serat juga dikaitkan dengan penurunan risiko obesitas karena memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu dalam pengendalian berat badan.

Kesimpulan :

Serat pangan merupakan komponen penting dalam diet sehari-hari yang berasal dari buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan umbi-umbian. Secara ilmiah, serat dibagi menjadi serat larut dan tidak larut dengan fungsi berbeda namun saling melengkapi.

Manfaat serat bagi tubuh sangat luas, mulai dari menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan kolesterol, mengontrol gula darah, hingga menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis. Oleh karena itu, konsumsi serat dalam jumlah yang cukup perlu menjadi bagian dari pola makan sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Referensi :

Anderson, J. W., Baird, P., Davis, R.

Kunci Parenting Modern: Komunikasi Hangat, Bukan Sekedar Larangan
Artikel Selanjutnya

Kunci Parenting Modern: Komunikasi Hangat, Bukan Sekedar Larangan

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 25 September 2025, 12:13 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Alzan Subhan: Sosok Beauty Educator di Balik Derma Insight ID

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 9 Juli 2026 | 23:58 WIB

Strategi Affiliate Marketing Mengubah Lanskap Penjualan Komponen Lampu Bi-led di Media Sosial

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 3 Juli 2026 | 21:13 WIB

Mengubah Demam Korea Menjadi Peluang Ekonomi Nyata

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 6 Mei 2026 | 21:36 WIB

Krisis Membangun Ruang Digital yang Sehat

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 4 Mei 2026 | 17:31 WIB

Pendidikan Kewirausahaan: Memutus Rantai Ketergantungan.

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 1 Mei 2026 | 10:32 WIB

Cara Sederhana Kurangi Stres, Mudah Diterapkan Sehari-hari

Konten Redaksi Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB