Sementara itu, serat tidak larut banyak terdapat pada biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta sayuran hijau berdaun (Stephen et al., 2017). Produk olahan berbasis serealia utuh, seperti roti gandum dan oatmeal, juga menjadi sumber serat penting yang dapat dikonsumsi sehari-hari.
Selain itu, umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, dan kentang juga diketahui memiliki kandungan serat yang bermanfaat bagi kesehatan (Anderson et al., 2020).
Menurut Soliman (2019), Serat pangan memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah didukung oleh penelitian ilmiah. Konsumsi serat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, mencegah sembelit, serta mendukung keseimbangan mikrobiota usus.
Serat larut juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein), sehingga mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, asupan serat yang memadai membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.
Serat juga dikaitkan dengan penurunan risiko obesitas karena memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu dalam pengendalian berat badan.
Kesimpulan :
Serat pangan merupakan komponen penting dalam diet sehari-hari yang berasal dari buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan umbi-umbian. Secara ilmiah, serat dibagi menjadi serat larut dan tidak larut dengan fungsi berbeda namun saling melengkapi.
Manfaat serat bagi tubuh sangat luas, mulai dari menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan kolesterol, mengontrol gula darah, hingga menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis. Oleh karena itu, konsumsi serat dalam jumlah yang cukup perlu menjadi bagian dari pola makan sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Referensi :
Anderson, J. W., Baird, P., Davis, R.