Hati-hati, Gula Bisa Jadi "Musuh tersembunyi" Kulit Anda
Konsumsi gula juga meningkatkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk kulit. Akibatnya, jerawat makin merah, bengkak, bahkan meninggalkan noda hitam.
Tak berhenti di situ, lonjakan insulin akibat karbohidrat olahan membuat kulit memproduksi lebih banyak minyak (sebum). Ketika minyak bercampur dengan kotoran dan sel kulit mati, pori-pori tersumbat, menciptakan “surga” bagi bakteri penyebab jerawat.
Rosacea, psoriasis, hingga eksim pun bisa makin parah jika gula dikonsumsi berlebihan.
Stres Oksidatif: Kulit Kusam dan Sulit Sembuh
Gula berlebih juga memicu radikal bebas yang menyerang sel-sel kulit. Kondisi ini membuat kulit mudah kusam, kehilangan cahaya alaminya, dan sulit memperbaiki diri.
Pada penderita diabetes, luka di kulit cenderung lebih lama sembuh karena sirkulasi darah terganggu. Bahkan, AGEs dapat merangsang produksi melanin berlebih, memicu flek hitam dan pigmentasi.
Berapa Batas Aman Konsumsi Gula?
Agar kulit tetap sehat dan bercahaya, American Heart Association (AHA) memberi batasan konsumsi gula: