Jumat, 2 Oktober 2026

Aktivis atau Akademisi? Begini Pandangan Presiden Mahasiswa STAI Wasilatul Falah

BAGIKAN:
Aktivis atau Akademisi? Begini Pandangan Presiden Mahasiswa...
0
Aktivis atau Akademisi? Begini Pandangan Presiden Mahasiswa STAI Wasilatul Falah

Perdebatan tentang peran aktivis dan akademisi dalam dunia mahasiswa terus menjadi diskusi yang menarik. Sebagian menilai bahwa aktivis memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Sementara itu, masyarakat menganggap akademisi sebagai agen perubahan yang memberikan solusi berbasis kajian ilmiah.

Saepullah, Presiden Mahasiswa STAI Wasilatul Falah Rangkasbitung periode 2024-2025 yang akrab disapa Bodong, menegaskan bahwa aktivis dan akademisi tidak bisa dipisahkan dalam perjuangan mahasiswa. Menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan untuk menciptakan perubahan yang nyata.

“Kita butuh keseimbangan. Bodong mengatakan bahwa tanpa akademik, aktivisme bisa jadi hanya gerakan emosional tanpa arah.

Sementara itu, akademisi yang apatis terhadap sosial akan kehilangan relevansi di masyarakat. Ujaran tersebut disampaikannya saat ditemui di kampus STAI Wasilatul Falah, Lebak, Banten.

[caption id="attachment_18587" align="aligncenter" width="2560"]aktivis bem stai wasilatul falah dok/prib | Saepullah : presiden mahasiswa STAI Wasilatul Falah[/caption]

Selain menjabat sebagai Presiden Mahasiswa, Bodong juga aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Menurutnya, organisasi mahasiswa harus menjadi wadah yang tidak hanya membentuk kader-kader intelektual tetapi juga mencetak generasi yang peka terhadap isu sosial.

Aktivisme Berbasis Ilmu

Bodong menegaskan, "Aktivisme yang efektif harus berdasar pada kajian ilmiah." Menurutnya, banyak gerakan mahasiswa yang gagal karena hanya mengandalkan semangat tanpa data dan analisis mendalam.

“Kritik tanpa dasar ilmiah hanya akan menjadi omong kosong. "Solusi konkret yang bisa dipertanggungjawabkan harus kita punya jika ingin menyuarakan perubahan," jelasnya.

Patut Dicoba, 5 Cara Ini Akan Meningkatkan Minat Belajar Anak
Artikel Selanjutnya

Patut Dicoba, 5 Cara Ini Akan Meningkatkan Minat Belajar Anak

Penulis: Hasan Komarudin
Diterbitkan: 11 Februari 2025, 17:52 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

ILHAM 7S: Kreator Gaming Indonesia dengan Perjalanan Konsisten Membangun Komunitas Digital

Konten dari Pengguna Cerita Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

JENI NUR AINI Menuntaskan 10K Pertama di TNI Run 2026

Konten dari Pengguna Cerita Minggu, 20 September 2026 | 12:27 WIB

JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Konten Redaksi Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:11 WIB