Pemkot Tangerang Raih Peringkat I Kategori Kota Inspiratif dalam Penanganan Stunting
Berdasarkan data dari aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM), angka stunting di Kota Tangerang pada Juli 2024 tercatat sebesar 5,9 persen. Seluruh OPD di Pemkot Tangerang terus berkolaborasi untuk mencegah kasus stunting baru.
"Inovasi seperti Gerakan Anak Tagerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas), Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat), dan Satu Telur Satu Minggu (Sate Sami) terus diperkenalkan. Intervensi dilakukan mulai dari anak remaja dengan pemberian Tablet Tambah Darah, makanan tambahan, hingga pemantauan perkembangan kesehatan calon orang tua dan bayi," lanjut Yeti.
Hingga akhir tahun 2024, Pemkot Tangerang menargetkan perbaikan gizi dan penanganan kemiskinan ekstrem melalui insentif fiskal yang diperoleh, yaitu Rp 5,7 miliar untuk stunting dan Rp 6,7 miliar untuk kemiskinan ekstrem. Kedua isu ini akan diatasi bersamaan melalui program-program yang sedang dipersiapkan.
"Dari anggaran ini, kami akan melakukan intervensi bagi keluarga yang mengalami stunting dan kemiskinan ekstrem. Selain bantuan makanan bergizi, keluarga akan mendapatkan pelatihan dan bantuan modal untuk berwirausaha, sehingga mereka dapat keluar dari kemiskinan dan mengatasi stunting," tambah Yeti.
Diharapkan, kolaborasi antara seluruh OPD di Pemkot Tangerang dan masyarakat dapat membantu menurunkan angka stunting di Kota Tangerang, sehingga dapat terwujud Generasi Indonesia Emas 2045.
"Pemkot Tangerang berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi dengan masyarakat. Semoga angka stunting di Kota Tangerang terus berkurang dan tidak ada kasus baru, sehingga kita dapat mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045," tutup Yeti.(*)
(red)