Kemenag Umumkan Juara MTQ Nasional 2024, Provinsi Banten Raih peringkat 10 Besar
"MTQ merupakan upaya kita untuk meningkatkan literasi Al-Qur'an di kalangan masyarakat. Membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an harus menjadi bagian dari budaya umat Islam," jelasnya.
Wamenag turut menyampaikan harapannya kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) agar terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ di masa mendatang. Menurutnya, LPTQ memiliki peran strategis dalam mengembangkan minat dan bakat masyarakat terhadap Al-Qur'an, baik dari segi tilawah, hafalan, maupun pemahaman.
Wamenag menilai, dengan sinergi dan komitmen yang kuat, MTQ di masa depan akan semakin berkualitas dan membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Iwan Falahudin, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, menyampaikan apresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan MTQ Nasional ke-30 ini.
Ia mengungkapkan, "MTQ ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun generasi yang cinta Al-Qur’an." Iwan berharap semangat MTQ terus menyala dan mendorong umat Islam di seluruh Indonesia untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Penutupan MTQ Nasional ke-30 di Samarinda menjadi penanda berakhirnya perhelatan yang mempertemukan para qari, qariah, hafidz, dan hafidzah terbaik dari seluruh Indonesia. Acara ini tidak hanya menjadi kompetisi tilawah, tetapi juga menjadi momentum untuk memupuk kecintaan terhadap Al-Qur’an serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam di Nusantara.
Dengan berakhirnya MTQ Nasional XXX, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terpanggil untuk mencintai, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Untuk melihat berita lengkapnya dalam bentuk PDF, Anda dapat mengunduhnya melalui tautan di bawah ini: