Menanggapi pertanyaan mengenai beasiswa dari Kementerian Agama Kabupaten Serang, Muhtadi menjelaskan bahwa Kemenag memiliki program Indonesia Pintar, namun program tersebut belum mencakup skema beasiswa yang diberikan pada acara ini.
"Dari Kemenag sendiri, kami memiliki program Indonesia Pintar, namun belum mencakup ini. Kami akan coba kolaborasikan dengan Baznas untuk menjangkau lebih banyak siswa," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., M.M., menjelaskan bahwa beasiswa yang diberikan dalam acara ini mencakup 20 lembaga pendidikan dari tingkat PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA.
"Dari PAUD/TK 42 Siswa, SD/MI/MTs 102 Siswa, SMP/MTs 36 Siswa, SMA/SMK/MA 36 Siswa, total jumlahnya 216 Siswa" jelas Suheli.
"Bantuan beasiswa ini diberikan kepada siswa-siswa berprestasi yang menempati peringkat 1, 2, dan 3 di kelas mereka masing-masing," tambahnya.
Suheli juga mengungkapkan bahwa bantuan beasiswa ini bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024.
Ia berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih giat belajar, tetapi juga menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam hal penganggaran dana desa untuk tujuan edukatif.
"Semoga kegiatan ini dapat memotivasi siswa untuk lebih semangat belajar dan menjadi contoh bagi desa-desa lain yang belum menganggarkan dana desa untuk beasiswa," pungkasnya.