Pemutakhiran Data PMKS di Kabupaten Serang Tahun 2024: Langkah Strategis Menuju Peningkatan Kesejahteraan Sosial
SERANG - Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, ketersediaan dan validitas data menjadi faktor yang sangat krusial. Data yang akurat dan terkelola dengan baik merupakan fondasi utama dalam merumuskan perencanaan dan pengendalian pembangunan kesejahteraan sosial yang efektif.
Di Kabupaten Serang, Dinas Sosial memegang peranan sentral dalam penyediaan data valid, khususnya terkait Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
PMKS mencakup berbagai kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus, seperti Penyandang Disabilitas Terlantar, Lansia Terlantar, Anak Terlantar, Gelandangan Pengemis, dan Korban Bencana. Validitas data mengenai kelompok-kelompok ini sangat penting bagi Dinas Sosial dalam menyelenggarakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial.
Dengan data yang akurat, proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan SPM dapat dilakukan dengan lebih efisien, serta mempermudah perhitungan capaian keberhasilan program.
Untuk memenuhi kebutuhan akan data yang valid dan terkini, Dinas Sosial Kabupaten Serang akan menyelenggarakan pemutakhiran data PMKS pada tahun 2024. Program ini akan mencakup 29 kecamatan dan diawali dengan sosialisasi serta pengarahan kepada operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial - Next Generation (SIKS-NG) dari 326 desa di Kabupaten Serang.
Sosialisasi ini direncanakan berlangsung selama tiga hari di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Serang, terbagi dalam tiga gelombang untuk memastikan semua operator mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya validitas data dan cara pengelolaannya.
Berdasarkan data pemutakhiran tahun 2022, terdapat beberapa kelompok PMKS dengan jumlah yang signifikan. Fakir Miskin tercatat mencapai 113.813 Kepala Keluarga (KK), sementara Perempuan Rawan Sosial Ekonomi terdata sebanyak 44.563 jiwa.
Selain itu, Anak Balita Terlantar dan Anak Terlantar masing-masing berjumlah 40.379 dan 47.352 jiwa, menunjukkan tingginya jumlah anak yang membutuhkan perhatian khusus. Lansia Terlantar mencapai 33.736 jiwa, menandakan pentingnya dukungan untuk populasi lanjut usia yang tidak memiliki keluarga yang merawat mereka.