Ikuti Kami
Minggu, 5 Juli 2026 Versi Web

DP3AKKB Banten Luncurkan Kampanye Pencegahan Seks Bebas untuk Mencegah Kehamilan yang Tidak Diinginkan dan Stunting

Penulis: Mardiana Akin
Rabu, 15 Mei 2024 | 06:39 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

“Seperti bagaimana merawat area intim bagi remaja perempuan, hingga bagaimana kehamilan ideal, seperti menikah di atas umur 20 tahun. Dan ini juga dapat mengurangi risiko penularan penyakit hingga kekerasan seksual,” jelasnya.

Menurut Nina, remaja yang menjaga kesehatan reproduksi mereka juga dapat mencegah potensi stunting pada bayi yang akan mereka lahirkan pada usia ideal pernikahan dan kehamilan.

“Kita juga memberikan cara-cara bagaimana menjaga kebersihan organ intim remaja perempuan, jika kurang darah maka harus minum obat penambah darah, asupan makanan yang bergizi dan lain-lain. Sehingga, ketika sudah memasuki umur ideal menikah dan hamil maka potensi stunting pada calon bayi akan berkurang,” tambahnya.

Heri Handoko, anggota Komisi V DPRD Banten, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut dan menilai bahwa sosialisasi tersebut sangat penting dalam mencegah kehamilan dini dan risiko stunting.

“Laju pertumbuhan penduduk mempunyai banyak pengaruh terhadap lingkungan. Untuk mengantisipasi itu, perlu adanya pengendalian jumlah penduduk agar kelestarian lingkungan dapat terjaga dan kualitas kehidupan manusia dapat menjadi lebih baik ke depannya,” katanya.

(red)

Penulis: Mardiana Akin
Rabu, 15 Mei 2024 | 06:39 WIB
Artikel Selanjutnya

Gubernur Banten Al Muktabar Berikan Orientasi Kerja kepada 1.108 Pegawai P3K: Meningkatkan Disiplin dan Inovasi dalam Pelayanan Publik

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
DP3AKKB Banten Luncurkan Kampanye Pencegahan Seks Bebas untuk Mencegah Kehamilan yang Tidak Diinginkan dan Stunting

Bagikan artikel ini melalui