Ikuti Kami
Minggu, 4 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan

Menghidupkan Peradaban Diperbatasan Desa Melalui TMMD ke-119

Kontributor: M. Imam Muarif Sudirja
Senin, 25 Maret 2024 | 13:47 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Sejak 20 Februari hingga 20 Maret 2024, TNI Kodim 0602/Serang terus menyalurkan semangat kesatrianya dalam membangun negeri melalu program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program ini dilaksanakan di Desa Bojong Pandan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten menjadi aksi Ke-119.

TNI Manunggal Membangun Desa adalah suatu program terpadu antara TNI khususnya TNI AD dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah dengan harapan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain sasaran pokoknya yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan, TMMD juga bertujuan untuk pembinaan keamanan wilayah. Peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah masih perlu mendapat perhatian dari pemerintah karena secara umum masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan.

Inilah yang menjadi alasan dipilihnya Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang sebagai lokasi penyelenggaraan TMMD. Desa ini merupakan perbatasan antara kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang.

Seperti kebanyakan masalah di perbatasan, pembangunan selalu menjadi hal yang terbelakang sehingga menimbulkan banyak keluhan dan permasalahan di masyarakat.

Banyak masyarakat yang hidup dalam garis kemeiskinan akibat sulitnya mendapatkan akses dan minimnya fasilitas yang seharusnya bisa mempermudah urusan mereka baik secara administrasi negara, kesehatan juga akses ekonomi tidak benar-benar mereka rasakan. Masyarakat-masyarakat perbatasan selalu merasa terpinggirkan padahal kewajiban mereka terhadap negara sama saja dengan yang barada di dekat pusat pemerintahan.

Salah satu warga setempat bernama Emih menceritaka bagaimana dirinya bersama warga Desa Bojong Pandan merasa seolah-olah terasingkan. Bagaimana tidak, hanya untuk merasakan fasilitas pendidikan terdekat dirinya harus berjalan puluhan kilo meter.

Rusaknya fasilitas umum seperti jalan raya yang entah kapan terakir kali dipoles aspal hitam sehingga angkutan umum saja enggan melintasinya.

Kontributor: M. Imam Muarif Sudirja
Senin, 25 Maret 2024 | 13:47 WIB
Tentang Kiriman Ini

Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.

Artikel Selanjutnya

Julukan Provinsi Banten yang Populer

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Menjemput Fajar Abad Kedua Mathla’ul Anwar

Senin, 10 Agustus 2026 | 16:33 WIB
↑ Kembali ke atas
Menghidupkan Peradaban Diperbatasan Desa Melalui TMMD ke-119

Bagikan artikel ini melalui