Selasa, 29 September 2026

Penggunaan Plastik Sehari-hari Dapat Meningkatkan Risiko Kelahiran Prematur

BAGIKAN:
Penggunaan Plastik Sehari-hari Dapat Meningkatkan Risiko Kel...
0
Penggunaan Plastik Sehari-hari Dapat Meningkatkan Risiko Kelahiran Prematur

DISTRIKBANTENNEWS.COM - Sebuah studi baru yang dipimpin oleh peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas New York Grossman menunjukkan bahwa penggunaan produk plastik sehari-hari dapat berkontribusi terhadap peningkatan kelahiran bayi prematur.

Studi ini menyoroti bahaya potensial dari sekelompok bahan kimia yang dikenal sebagai ftalat, yang biasanya ditemukan dalam plastik. Ftalat telah digunakan selama beberapa dekade dalam berbagai barang rumah tangga untuk melunakkan plastik, membuatnya lebih fleksibel dan tahan lama.

Hampir setiap orang di dunia Barat memiliki jejak bahan kimia ini di dalam tubuh mereka.

Namun, paparan ftalat telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari risiko kanker pada masa kanak-kanak hingga penurunan kesuburan. Penelitian terbaru, yang dipublikasikan di The Lancet Planetary Health, menemukan bahwa paparan ftalat mungkin menjadi penyebab utama satu dari setiap sepuluh kelahiran prematur.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 5.000 ibu dan menganalisis sampel urin yang dikumpulkan pada berbagai tahap kehamilan untuk mengukur kadar 20 metabolit ftalat yang berbeda. Temuan menunjukkan bahwa ftalat yang paling umum digunakan, DEHP (di-2-ethylhexyl phthalate), secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur.

Yang lebih memprihatinkan adalah beberapa bahan kimia yang baru-baru ini diperkenalkan sebagai alternatif pengganti DEHP ternyata lebih terkait erat dengan kelahiran prematur. Hal ini menunjukkan bahwa peralihan dari DEHP ke produk pengganti ini mungkin hanya memperburuk masalah, bukan menyelesaikannya.

Studi ini menekankan perlunya regulator mengambil tindakan. Meskipun ada alternatif yang lebih aman dibandingkan ftalat, perusahaan sering kali memilih alternatif yang lebih murah dan mungkin menimbulkan risiko serupa terhadap kesehatan masyarakat.

"Hasil ini menggarisbawahi pentingnya mengatur ftalat secara berkelompok, dibandingkan menanganinya secara individual," kata penelitian tersebut. "Jika tidak, kita mungkin berada dalam siklus penggantian satu bahan kimia berbahaya dengan bahan kimia lainnya."

Implikasi dari penelitian ini sangat signifikan, karena menyoroti kebutuhan mendesak akan peraturan yang lebih ketat mengenai penggunaan ftalat dalam produk konsumen. Dengan mengatasi akar permasalahan dan mendukung alternatif yang lebih aman, kita dapat berupaya mengurangi angka kelahiran prematur yang mengkhawatirkan dan menjaga kesehatan generasi mendatang. (***)

(her/red)

Menghindari Asam Urat dengan Mengenali Makanan dan Minuman Penyebabnya serta Metode Diagnostik
Artikel Selanjutnya

Menghindari Asam Urat dengan Mengenali Makanan dan Minuman Penyebabnya serta Metode Diagnostik

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 14 Februari 2024, 20:14 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

Alzan Subhan Ungkap Bahaya Salep Obat Keras yang Dijual Bebas Tanpa Resep Dokter

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Semarak HUT RI ke-81 RI, Lapas Bandanaira Ikuti Lomba Gerak Jalan Cepat

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:39 WIB