Menurutnya korban perundungan dan kekerasan seksual seperti gunung es yang mungkin saja terlihat kuat di permukaan namun. Di dalamnya sangat dingin dan rapuh.
"Meskipun dari fisik terlihat baik-baik saja, namun dampak dari Perundungan dan kekerasan seksual mungkin saja menghancurkan mental mereka, psikis, psikologi mereka pastinya" papar Anggi.
Hal ini diperkuat dengan narasumber lainnya yakni IPDA Agus Sulistiana SH, Kaur Bin Ops Sat. Reskrim yang memaparkan tentang proses penyelidikan kasus Perundungan dan Kekerasan Seksual.
Pihaknya akan mengusut tuntas semua kasus yang dilaporkan, sehingga diharapkan kejadian seperti itu dapat diminimalisir bahkan tidak akan pernah terulang lagi.
"Jangan ragu untuk melaporkan jika kasus Perundungan dan kekerasan seksual. Silahkan datang ke Polres atau hubungi kami melalui WhatsApp" ujar IPDA Agus.
Sementara itu, Rasiani Amelia, sebagai aktivis perempuan pada kesempatannya menguatkan para perempuan yang hadir dalam ruangan tersebut untuk jangan ragu bertindak dalam memberantas kekerasan seksual.
"Jangan berpikir bahwa ketika kalian (perempuan) menjadi korban kekerasan seksual, bahwa kehormatan kalian sudah hilang. Hei… Kehormatan kalian bukan diukur dari selaput darah, tapi dari pola pikir kalian." Ujar Amel.
Pewarta : Mardiana