Dalam kesempatan itu, Al Muktabar mengajak para hadirin untuk terus menjaga dan memupuk persatuan bangsa. Menurutnya, santri dan pesantren turut merawat persatuan dan kesatuan Indonesia.
"Sejak perjuangan hingga saat ini santri memiliki peran penting. Banyak sekali pemimpin-pemimpin Indonesia yang berasal dari santri," ungkapnya.
"Presiden RI ke-4 Gus Dur adalah santri. Saat ini kita memiliki Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin adalah santri. Menteri-menteri banyak sekali dari santri," tambah Al Muktabar.
Selanjutnya, beliau mengatakan menjadi santri harus punya cita-cita yang tinggi. Upayakan santri memiliki kemampuan berbahasa karena saat ini dunia sudah tanpa batas.
Dunia sudah tersambung walaupun melalui digital.
"Indonesia meliki generasi muda yang jumlahnya luar biasa. Indonesia dalam fase memiliki bonus demografi. Momen ini penting untuk kita ambil," ungkap Al Muktabar.
"Santri harus terus menggiatkan kemampuannya. Dengan demikian kita yakin betul Indonesia akan terus jaya dan semakin makmur dengan santri-santri yang kuat," pungkasnya.
Seperti dijelaskan Ketua PWNU Provinsi Banten KH Bunyamin Hafidz, Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober berangkat dari Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy'ari.