"Pentingnya pemberdayaan dari seluruh komponen yang ada, semua saling keterkaitan. Oleh karenanya dengan pertemuan rapat teknis ini diharapkan tentu bagaimana dapat menukik langsung pada keluarga untuk kita mengintervensi terhadap kesehatan masyarakat," tuturnya.
Tidak hanya itu, Ati menuturkan saat ini terkait program kesehatan ibu dan anak, pihaknya terus berupaya memberikan kualitas pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
"Kemudian, kita akan mempersiapkan tahun depan program pengenalan keragaman pangan lokal bagi penderita stunting yang memiliki gizi kurang dan gizi buruk," imbuhnya.
Dengan begitu, kata Ati, diharapkan kedepannya dapat menekan angka kematian ibu dan anak serta menekan prevalensi stunting di Provinsi Banten.
"Harapan ya percepatan nanti di tahun 2024 kesehatan ibu dan anak menjadi lebih baik, angka kematian ibu dan anak menjadi turun dan juga angka prevalensi stunting ini turun," tandasnya.
Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut terdapat beberapa materi yang disampaikan diantaranya, Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir, Sosialisasi Integrasi Layanan Primer serta Penyusunan RTL.
Pewarta: Yani
Editor: Herfa