TANGERANG - Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bugel Karawaci pada Rabu, 25 Februari 2026. Setelah peresmian, ia meninjau langsung kelayakan dan kebersihan dapur SPPG di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Peresmian fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam memenuhi gizi bagi masyarakat.
Upaya tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi kesehatan warga sejak dini. Maryono Hasan menegaskan bahwa kehadiran SPPG bukan sekadar fasilitas baru.
Ini menunjukkan keseriusan pemerintah menempatkan gizi sebagai prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). “Pemenuhan gizi yang baik bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi fondasi untuk membangun keluarga yang kuat, lingkungan yang produktif, dan kota yang maju. Dengan adanya SPPG Bugel ini, diharapkan bisa mewujudkan itu semua,” ujar Maryono.
Ia menjelaskan, SPPG Bugel Karawaci menambah kapasitas layanan pemenuhan gizi di Kota Tangerang.
Saat ini, sekitar 65 unit SPPG telah beroperasi dan pemerintah terus mendorong pemerataan layanan agar semakin menjangkau masyarakat. “Penambahan ini akan memperluas jangkauan layanan gizi yang sebelumnya masih terbatas. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kualitas kesehatan warga, terutama anak-anak dan keluarga muda akan tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar,” lanjutnya, di hadapan perwakilan Kadin dan para undangan. Maryono juga menyampaikan rasa syukur karena peresmian ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-33 Kota Tangerang.
Momentum tersebut menjadi penguat komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan layanan publik yang responsif dan berdampak nyata. “Di usia ke-33, Kota Tangerang semakin matang dalam melayani. Kami ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kesehatan yang baik dimulai dari gizi yang cukup, dan dari situlah masa depan kota ini dibangun,” tutupnya. SPPG Bugel Karawaci dikelola oleh Yayasan Insani Bintang Cemerlang.
Pengelolaan ini juga melibatkan Kamar Dagang dan Industri Indonesia serta Badan Gizi Nasional.
***