Banda Naira - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas melalui budidaya sayuran hidroponik. Upaya tersebut kembali membuahkan hasil melalui panen sebanyak 30 ikat sayuran yang terdiri atas 15 ikat sawi dan 15 ikat selada, Sabtu (24/10). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Bandanaira dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, bersama Komandan Koramil 1502-01/Banda, Kapten Cba Zulkifli Ten, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, staf subseksi pembinaan,peserta magang, serta Warga Binaan yang terlibat dalam program kemandirian di bidang pertanian.
Di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki, metode hidroponik menjadi alternatif untuk mengoptimalkan ruang yang tersedia agar lebih produktif. Selain menghasilkan sayuran yang dapat dimanfaatkan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk belajar secara langsung mengenai proses perawatan tanaman, mulai dari pemeliharaan hingga panen.
Abdul Samad Rumuar menyampaikan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil dari perawatan tanaman yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kegiatan pertanian akan terus didorong sebagai bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan.
“Alhamdulillah, hari ini kami kembali melaksanakan panen sayuran hidroponik sebanyak 30 ikat. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan bagi Warga Binaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Samad.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Kapten Cba Zulkifli Ten.Ia menilai, kegiatan pertanian memiliki nilai positif dalam membentuk karakter Warga Binaan, terutama dalam menanamkan kedisiplinan, kesabaran, dan rasa tanggung jawab.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab. Kami berharap Warga Binaan dapat terus mengikuti kegiatan pembinaan dengan semangat, sehingga keterampilan yang diperoleh bisa bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Zulkifli.
Antusiasme juga dirasakan oleh Warga Binaan yang terlibat langsung dalam proses budidaya. Salah satu Warga Binaan, Topan, turut menyampaikan rasa senangnya karena dapat terlibat dalam kegiatan budidaya hingga panen.
“Saya senang karena tanaman yang kami rawat akhirnya bisa dipanen. Dari kegiatan ini, kami belajar untuk lebih sabar dan teliti dalam merawat tanaman. Semoga kami bisa terus belajar dan mengembangkan keterampilan ini untuk bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira terus mendorong pembinaan kemandirian yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan. Budidaya hidroponik diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan terbatas, meningkatkan keterampilan Warga Binaan, serta mendukung penguatan ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan.
Upaya tersebut juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan, termasuk dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum produktif.