Rabu, 7 Oktober 2026

Jangan Tertipu: Obat Keras Bukan Barang Jualan Bebas, Ungkap Alzan Subhan

BAGIKAN:
Jangan Tertipu: Obat Keras Bukan Barang Jualan Bebas, Ungkap...
0
Jangan Tertipu: Obat Keras Bukan Barang Jualan Bebas, Ungkap Alzan Subhan
Alzan Subhan, Pendiri Derma Insight ID.Ungkap penyalahgunaan obat keras

Dunia perawatan kulit kini semakin ramai dengan berbagai informasi yang beredar luas. Sayangnya, tidak semua informasi yang disampaikan benar-benar bertujuan untuk mengedukasi dengan baik. Banyak pihak yang menyebut diri sebagai pendidik kecantikan, namun justru menyalahgunakan kepercayaan masyarakat dengan menawarkan produk yang sebenarnya tergolong obat keras, padahal dijual layaknya kosmetik biasa yang bisa dibeli siapa saja tanpa aturan.

 

Padahal aturan di Indonesia sudah sangat jelas membedakan antara kosmetik dan obat. Obat yang tergolong keras ditandai dengan lingkaran merah bertanda huruf K, yang wajib digunakan hanya atas dasar resep dokter dan di bawah pengawasan tenaga medis yang berwenang. Zat seperti hidrokuinon, steroid, atau tretinoin sebenarnya memiliki manfaat medis jika digunakan tepat, namun bisa berubah menjadi racun jika dipakai sembarangan tanpa diagnosis yang benar.

 

Penggunaan obat keras tanpa pengawasan bisa menimbulkan dampak buruk yang tidak terlihat saat ini, namun akan terasa di kemudian hari. Mulai dari kerusakan jaringan kulit, ketergantungan, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius. Padahal, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jujur, aman, dan melindungi keselamatan diri mereka sendiri.

 

"Edukasi kulit seharusnya melindungi, bukan menjerumuskan. Obat keras bukan kosmetik biasa yang bisa dijual sembarangan tanpa tanggung jawab. Saya mengajak semua orang untuk lebih cerdas memilah informasi dan produk yang digunakan," ungkap Alzan Subhan, Pendiri Derma Insight ID.

 

Alzan menambahkan, memahami dasar ilmu kimia dan cara kerja bahan yang dipakai sangat penting. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar kita tidak mudah tergiur janji hasil instan yang ternyata merugikan diri sendiri di masa depan. Menjadi konsumen yang teliti adalah langkah awal menjaga kesehatan kulit dan tubuh kita secara utuh.

Pendiri Derma Insight ID, Alzan Subhan: Edukasi Kulit Harus Berbasis Fakta, Bukan Janji Instan
Artikel Selanjutnya

Pendiri Derma Insight ID, Alzan Subhan: Edukasi Kulit Harus Berbasis Fakta, Bukan Janji Instan

Kontributor: Alzan Subhan
Diterbitkan: 30 Juli 2026, 18:52 WIB · Diperbarui: 6 Agustus 2026, 23:52 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Tembus 7 Juta Peserta, CKG Banten Duduki Peringkat Kedua Nasional

Konten Redaksi Senin, 5 Oktober 2026 | 20:54 WIB

MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB