JAKARTA – Pengungkapan ratusan senjata api di lingkungan sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih menyisakan tanda tanya besar. Selain ruangan yang telah diperiksa penyidik, terdapat sebuah bunker yang hingga kini belum berhasil dibuka karena masih dalam kondisi terkunci.
Keberadaan bunker tersebut menjadi perhatian setelah pengurus yayasan mengungkapkan bahwa ruangan itu diduga masih menyimpan sejumlah barang yang belum diketahui jenis maupun jumlahnya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak yayasan meminta kepolisian melakukan pembukaan sekaligus pemeriksaan secara resmi.
Menurut pengurus yayasan, bunker berada di area yang sebelumnya menjadi akses eks Ketua Yayasan. Mereka mengaku tidak memiliki kunci maupun kewenangan untuk membuka ruangan tersebut sehingga seluruh proses diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Kasus ini bermula ketika yayasan melakukan penataan sejumlah ruangan pada pertengahan Juli 2026. Saat proses pembersihan berlangsung, petugas menemukan tumpukan senjata api dalam jumlah yang sangat besar. Berdasarkan pendataan sementara, total terdapat 995 pucuk senjata yang terdiri dari berbagai jenis, termasuk senjata api dan air gun. Di lokasi yang sama juga ditemukan amunisi beserta perlengkapan pendukung lainnya.
Tak hanya itu, pemeriksaan awal turut mengungkap keberadaan mesin pencetak peluru, narkotika jenis sabu, serta puluhan keping cakram digital bermuatan pornografi. Seluruh barang tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Laporan penemuan itu langsung ditindaklanjuti Polres Metro Jakarta Selatan. Tim penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menginventarisasi seluruh barang bukti, serta menelusuri asal-usul dan legalitas kepemilikan senjata yang ditemukan.
Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya barang bukti lain yang masih tersimpan di dalam bunker. Karena itu, proses pembukaan ruangan misterius tersebut dinilai penting agar seluruh fakta dapat terungkap secara menyeluruh.
Pihak yayasan menegaskan dukungannya terhadap langkah kepolisian dalam mengusut kasus ini hingga tuntas. Mereka berharap penyelidikan tidak hanya mengungkap kepemilikan senjata, tetapi juga mengklarifikasi fungsi bunker yang berada di lingkungan sekolah tersebut.
Keberadaan hampir seribu pucuk senjata api di kawasan pendidikan menjadi perhatian serius masyarakat. Publik pun menanti hasil penyelidikan aparat mengenai siapa pemilik senjata-senjata tersebut, bagaimana barang-barang itu bisa tersimpan di lingkungan sekolah, serta apa sebenarnya isi bunker yang hingga kini masih belum berhasil dibuka.