Ratusan Hektare Sawah Terancam Kekeringan, DKPP Serang Kerahkan Ratusan Pompa
Pemerintah juga tidak hanya berfokus pada penanganan kekeringan saat ini. Penguatan ketahanan produksi pangan dilakukan melalui program optimalisasi lahan pertanian.
Pada 2026, DKPP Kabupaten Serang merealisasikan program optimalisasi lahan seluas 1.599 hektare. Program tersebut didukung biaya pengolahan lahan sebesar Rp4,6 juta per hektare.
Langkah ini dinilai penting karena perubahan pola cuaca membuat sektor pertanian semakin membutuhkan strategi adaptasi. Petani tidak hanya menghadapi persoalan kekurangan air, tetapi juga harus berhadapan dengan risiko penurunan produksi dan gagal panen apabila kekeringan berlangsung lebih lama.
Ancaman tersebut semakin perlu diwaspadai karena periode puncak musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September. Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan besar untuk menjaga agar lahan yang saat ini berstatus terancam tidak bergeser menjadi rusak berat maupun puso.
DKPP pun terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan pertanian. Langkah penyelamatan diprioritaskan pada sawah yang masih memiliki peluang untuk dipulihkan.
Sementara lahan yang sudah mengalami puso tentu membutuhkan penanganan berbeda karena tanaman yang gagal panen tidak lagi dapat diselamatkan. Pemerintah perlu menyiapkan langkah lanjutan agar petani terdampak tetap dapat kembali melakukan penanaman pada musim berikutnya.
Bagi Kabupaten Serang yang memiliki sektor pertanian cukup penting dalam menopang kebutuhan pangan masyarakat, persoalan kekeringan menjadi perhatian strategis. Setiap hektare sawah yang berhasil diselamatkan bukan hanya menyangkut keberlangsungan tanaman padi, tetapi juga berkaitan dengan pendapatan petani dan ketersediaan pangan di daerah.
Karena itu, keberhasilan memulihkan 17 hektare lahan menjadi salah satu indikator bahwa penanganan melalui pompanisasi dan infrastruktur pengairan dapat memberikan hasil ketika dilakukan secara cepat dan tepat.