Ratusan Hektare Sawah Terancam Kekeringan, DKPP Serang Kerahkan Ratusan Pompa
Sejumlah kawasan tersebut memiliki karakteristik lahan yang berbeda. Salah satu persoalan yang cukup menyulitkan petani adalah keberadaan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.
Suhardjo menjelaskan, minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi kekeringan. Persoalan tersebut semakin kompleks karena debit air di sejumlah sumber mengalami penurunan.
Jarak antara sumber air dan lokasi persawahan juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua lahan pertanian memiliki akses langsung terhadap saluran irigasi, sehingga proses pompanisasi membutuhkan peralatan dan biaya tambahan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DKPP Kabupaten Serang telah melakukan berbagai langkah, termasuk menyediakan pompa air bagi kawasan pertanian yang membutuhkan pasokan air.
Dalam periode 2023 hingga 2025, DKPP Kabupaten Serang telah mendistribusikan sekitar 600 unit pompa air. Peralatan tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu petani mendapatkan pasokan air ketika saluran irigasi tidak mampu memenuhi kebutuhan sawah.
Selain pompa, pemerintah juga memperkuat infrastruktur pengairan. Sebanyak 99 titik infrastruktur pendukung pengairan telah dibangun untuk memperluas akses air ke lahan pertanian.
Infrastruktur tersebut terdiri atas 52 titik Irigasi Perpompaan (Irpom), 29 titik Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), 16 titik sumur bor, serta dua titik Irigasi Perpipaan (Irpa).
Keberadaan berbagai sarana tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi air ke lahan yang mengalami kekeringan sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap hujan.