Bukan Sekadar Berbagi, Mahasiswa UBP Buka Ruang Anak Panti Daarul Hasanah untuk Bercerita dan Berkarya
Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa kepada masyarakat dapat hadir dalam banyak bentuk. Tidak selalu harus berupa bantuan material, tetapi juga dapat berupa ilmu, waktu, perhatian dan kesempatan untuk berinteraksi.
Model kegiatan seperti SOULCARE juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara lembaga pengasuhan dengan berbagai kelompok pendidikan. Mahasiswa dari bidang pendidikan dapat berbagi pengalaman belajar, mahasiswa seni dapat menghadirkan kegiatan kreatif, mahasiswa olahraga dapat mengajak anak-anak beraktivitas fisik, sementara mahasiswa dari bidang lain dapat memberikan kontribusi sesuai kompetensi masing-masing.
Dengan demikian, panti asuhan tidak hanya dipandang sebagai tempat yang membutuhkan bantuan, tetapi juga sebagai ruang sosial yang dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengabdian masyarakat.
Bagi anak-anak, beberapa jam yang dihabiskan bersama mahasiswa dapat memiliki arti yang jauh lebih besar daripada durasi kegiatan itu sendiri. Mereka dapat bertemu orang baru, mencoba aktivitas yang belum pernah dilakukan, menemukan keberanian untuk bercerita, mengenali perasaannya, atau bahkan mendapatkan inspirasi mengenai cita-cita dan dunia yang ingin mereka masuki kelak.
Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, kehadiran dan perhatian sederhana terkadang menjadi sesuatu yang sangat berarti. Melalui SOULCARE, BEM FPSI UBP Karawang berupaya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap anak-anak di panti bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang hadir, mendengarkan, mengajak berinteraksi, dan memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh serta mengekspresikan dirinya.