"Terima kasih kepada pemerintah pusat karena pada tahun ini banyak saluran irigasi yang dibangun untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Provinsi Banten," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum RI, Arnold Aristoteles Paplapna Titiauw, menjelaskan bahwa Gerakan Irigasi Bersih dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Ia mengatakan, gerakan tersebut tidak hanya difokuskan pada saluran irigasi primer, tetapi juga menjangkau saluran-saluran irigasi tersier yang langsung mengairi areal persawahan.
Menurut Arnold, keberadaan air memiliki peran yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Air dibutuhkan sebagai sumber air baku untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus menjadi penopang utama sektor pertanian.
Karena itu, ia menekankan agar Gerakan Irigasi Bersih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi budaya bersama dalam menjaga infrastruktur pengairan.
"Gerakan ini harus terus dilanjutkan secara berkelanjutan agar saluran irigasi tetap berfungsi dengan baik dalam menyediakan air baku maupun air irigasi," tegasnya.
Arnold menjelaskan, saluran irigasi yang bersih akan membuat aliran air menjadi lancar sehingga distribusi air ke lahan pertanian tetap terjaga. Selain itu, saluran yang bebas dari sampah juga mampu mengurangi potensi banjir ketika curah hujan tinggi.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran irigasi karena kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan aliran air.