Rahasia Pikukuh Suku Baduy yang Tetap Dipatuhi dari Generasi ke Generasi
Oleh: Ki Yanie
Masyarakat Adat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dikenal sebagai salah satu komunitas adat di Indonesia yang tetap teguh memegang tradisi leluhur. Di tengah arus modernisasi, mereka mampu mempertahankan harmoni kehidupan melalui berbagai pikukuh dan petuah adat yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
Bagi masyarakat Baduy, pikukuh bukan sekadar aturan adat, melainkan pedoman hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Sang Hyang Kersa, sesama manusia, karuhun (leluhur), dan alam semesta. Nilai-nilai tersebut membentuk karakter masyarakat yang sederhana, jujur, mandiri, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
Beberapa pikukuh dan petuah yang dikenal luas dalam tradisi Baduy antara lain:
1. Lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung ( menjaga ketentuan adat sebagaimana diwariskan oleh leluhur )
2. Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak (melindungi gunung dan lembah sebagai penyangga kehidupan)
3. Larangan teu meunang dirempak, buyut teu meunang dirobah (menghormati wilayah larangan dan amanat leluhur)
4. Gunung kaian, gawir awian, lebak caian, datar imahan, sampalan kebonan, walungan rawatan (menempatkan setiap bentang alam sesuai fungsi ekologisnya)
5. Mipit kudu amit, ngala kudu menta (mengambil sesuatu harus dengan izin dan penuh penghormatan).