APBDt triliunan, Kenapa angka putus sekolah di banten masih tinggi?
Ditulis oleh: Zahra Nindya Putri(251092200011), Universitas Pamulang
Masalah pendidikan di Kabupaten Pandeglang, Banten bukanlah hal baru. Tingkat pendidikan yang masih kurang membuat pemikiran masyarakat kurang terbuka. Banyak orang tua menganggap pendidikan tidak terlalu penting. Penyebab masalah pendidikan ini banyak karena kurangnya fasilitas yang disediakan, mulai dari gedung sekolah, guru, dan lain sebagainya. Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, Banten telah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten dengan menerapkan berbagai macam kebijakan.
Terdapat sejumlah masalah berkaitan dengan pembangunan pendidikan di Provinsi Banten, yaitu: keterbatasan sarana prasarana pendidikan seperti jumlah gedung, fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana yang terbatas. Selain itu pembangunan pendidikan juga tidak merata, akses masyarakat terhadap pendidikan belum optimal, sekolah yang bagus hanya ada di pusat-pusat kota, dan kapasitas serta kompetensi guru masih beragam belum sepenuhnya berkualitas tinggi sesuai standar. Di samping itu koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota juga belum berjalan baik. Visi misi pembangunan pendidikan di Provinsi Banten belum berjalan sesuai dengan harapan baik pada level pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.Modal bisa bergerak bebas.
Angka Putus Sekolah Tinggi: Terutama di Pandeglang, tercatat lebih dari 42 ribu anak tidak melanjutkan sekolah karena faktor ekonomi dan preferensi ke pendidikan pesantren salafi.
Untuk Solusi yang valid kepada topik terkait yaitu :
1. Perluasan Akses & Infrastruktur Pendidikan
Program Sekolah Satelit/Kelas Jauh Digunakan di daerah terpencil untuk menjangkau siswa tanpa harus membangun sekolah baru sepenuhnya.
Optimalisasi Dana BOS & DAK Fisik Pendidikan Pemerintah daerah perlu memastikan penggunaan Dana BOS dan DAK tepat sasaran (renovasi sekolah rusak, laboratorium, sanitasi).