DISTRIKBANTENNEWS.COM, Banjarmasin - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin berinovasi mengembangkan tanaman pisang Cavendish. Pengembangan ini dilakukan di lahan rawa area Sarana Asimilasi dan Edukasi 1 menggunakan metode planterbag.
Metode planterbag menjadi solusi untuk mengatasi genangan air di lahan basah. Dengan cara ini, akar tanaman tetap terjaga dari kelebihan air, sehingga kesuburan dan pertumbuhannya lebih terkontrol.
Penempatan tanaman juga dirancang strategis di titik-titik yang aman dari limpasan air saat pasang tinggi. Kegiatan penanaman pisang Cavendish ini dilaksanakan oleh Warga Binaan.
Mereka didampingi oleh Seksi Kegiatan Kerja sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis pertanian produktif. Petugas Giatja, Yoga Primajaya, menjelaskan bahwa pendekatan ini bukan sekadar menanam, tetapi juga mengajarkan adaptasi terhadap kondisi alam.
"Kami tidak melawan alam, tapi belajar membaca ritmenya. Dengan planterbag, pisang Cavendish tetap bisa tumbuh subur meski berada di lahan rawa. Ini jadi pengalaman berharga bagi Warga Binaan dalam mengelola lahan marginal," ujarnya pada Kamis (2/4/2026). Senada dengan itu, Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk optimalisasi lahan yang sebelumnya kurang produktif.
"SAE 1 kita dorong menjadi pusat pembelajaran sekaligus produksi. Dengan metode ini, lahan rawa yang dulunya dianggap terbatas justru bisa dimanfaatkan maksimal dan bernilai ekonomi," jelasnya. Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menekankan pentingnya inovasi dalam pembinaan Warga Binaan.
"Kami ingin Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga pulang membawa keterampilan nyata. Pengembangan pisang Cavendish ini adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berdaya dan mandiri," pungkas Akhmad Herriansyah.
***