Warga Binaan Lapas Tanjung Hasilkan Tas D'Payau Bernilai Ekonomis
DISTRIKBANTENNEWS.COM, Tanjung - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung menunjukkan kreativitas mereka dengan memproduksi Tas D'Payau. Produk kerajinan tangan ini memiliki nilai estetika dan ekonomis sebagai hasil dari program pembinaan kemandirian.
Proses produksi dilaksanakan di area workshop Lapas Tanjung pada Selasa kemarin (31/3/2026). Tas D'Payau dibuat melalui tahapan pelatihan yang terstruktur.
Pelatihan ini mencakup perancangan desain, pemilihan bahan, hingga proses perakitan yang mengutamakan kerapian dan kualitas hasil. Petugas Lapas membimbing langsung warga binaan agar mereka memiliki keterampilan yang aplikatif dan bernilai jual di masyarakat.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Abdul Hair, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program pembinaan kemandirian. Program tersebut berorientasi pada peningkatan kemampuan produktif warga binaan.
"Tas D'Payau bukan sekadar kerajinan, tetapi sarana pembelajaran kerja yang melatih ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab dalam menghasilkan produk yang layak dipasarkan," ujar Abdul Hair.
Pembinaan seperti ini menjadi bekal penting bagi warga binaan. Mereka diharapkan memiliki peluang usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.
Keterampilan yang diperoleh selama di Lapas menjadi modal awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik secara mandiri. Melalui pembinaan kemandirian ini, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif.
Mereka juga membangun pola pikir produktif serta rasa tanggung jawab dalam bekerja. Tas D'Payau yang dihasilkan menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan di Lapas mampu melahirkan karya bermanfaat bagi masyarakat.