"Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang benar-benar bisa mereka gunakan setelah bebas nanti," tambah Hendra Budiman. Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Nober Hasanda, menegaskan program ini sejalan dengan visi Pemasyarakatan untuk mendukung reintegrasi sosial.
"Kami ingin mereka memiliki bekal yang konkret," jelasnya.
"Bukan sekadar bisa membuat keripik, tetapi memahami proses dari hulu ke hilir, dari bahan baku hingga produk siap jual. Ini modal berharga untuk kehidupan mereka nanti," kata Nober Hasanda.
Produk keripik pisang rasa balado dan cokelat hasil kreasi bersama telah mulai dipasarkan secara terbatas. Pemasaran dilakukan kepada pengunjung Lapas, pegawai, serta melalui sistem pemesanan.
Respons yang diterima sangat positif, baik dari segi rasa maupun kemasan yang sederhana namun menarik. Keuntungan penjualan dikembalikan sebagai modal usaha dan dana kesejahteraan kelompok kemandirian Warga Binaan.
Salah satu peserta magang, Mutiara, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan ini.
"Kami belajar banyak hal, bukan hanya soal produksi makanan, tetapi juga bagaimana berkomunikasi, bekerja sama, dan memberi dampak nyata," ungkapnya.
"Rasanya menyenangkan bisa berbagi ilmu sekaligus belajar dari Warga Binaan," tambah Mutiara. Bagi Warga Binaan, kegiatan ini memberikan harapan baru.