Warga Binaan Lapas Wahai Rutinkan Yasinan Jaga Ibadah Pasca-Ramadan
"Kami melihat bahwa pembinaan keagamaan memiliki dampak yang sangat signifikan," ujar Ricky.
"Tidak hanya membentuk kepribadian yang lebih baik, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih positif ke depan. Ini harus tetap diprioritaskan seluruh jajaran Pemasyarakatan."
Salah seorang warga binaan berinisial RR merasakan manfaat besar dari kegiatan yasinan ini. Ia menyebut kegiatan tersebut tidak hanya mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama warga binaan.
"Kami merasa lebih damai dan punya pegangan hidup," tutur RR.
"Kegiatan ini mengingatkan kami untuk terus memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan seperti masa lalu."
Rutinitas yasinan di Lapas Wahai diharapkan dapat memupuk keimanan dan kebiasaan positif. Istikamah dalam ibadah diharapkan menjadi fondasi utama bagi warga binaan menata masa depan yang lebih baik.
"Rutinitas yasinan ini diharapkan mampu memupuk keimanan dan kebiasaan positif untuk terus tumbuh dan berkembang," tutup Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya.
"Istikamah dalam ibadah diharapkan menjadi fondasi utama bagi warga binaan dalam menata masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab."
***