Ia melanjutkan, "Tetapi juga memiliki kesiapan untuk kembali dan berperan di tengah masyarakat.”
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke area pembinaan kemandirian melalui Unit Produksi Jawara Beton. Di lokasi ini, rombongan melihat langsung proses produksi yang melibatkan Warga Binaan.
Proses produksi meliputi pengolahan bahan baku, pencetakan, hingga tahap akhir berbagai produk. Produk yang dihasilkan antara lain paving block, batako press, serta turunan beton lainnya.
Pengembangan Unit Jawara Beton terus dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi. Saat ini, unit tersebut didukung oleh delapan mesin produksi.
Mesin-mesin ini membuat proses kerja lebih efektif dan efisien, sekaligus menjaga konsistensi mutu hasil produksi. Selain produk konvensional, inovasi juga dikembangkan melalui pembuatan Panel Beton Risham.
Panel Beton Risham merupakan singkatan dari Rumah Instan Hemat Aman. Panel beton pracetak ini dirancang sebagai solusi konstruksi yang praktis, presisi, dan memiliki ketahanan terhadap guncangan gempa.
Hal ini memberikan nilai guna yang luas dalam sektor pembangunan. Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Aris Supriyadi, menjelaskan bahwa program ini berorientasi pada hasil dan kemandirian.
“Pembinaan ini diarahkan agar Warga Binaan memiliki keterampilan kerja yang aplikatif," jelas Aris Supriyadi.