Sabtu, 4 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Kemenkes Soroti Krisis Kesehatan Jiwa Anak dan Kusta, Sinergi dengan KPK

BAGIKAN:
Kemenkes Soroti Krisis Kesehatan Jiwa Anak dan Kusta, Sinerg...
0
Kemenkes Soroti Krisis Kesehatan Jiwa Anak dan Kusta, Sinergi dengan KPK
Kementerian Kesehatan menyoroti krisis kesehatan jiwa anak di Indonesia yang menunjukkan hampir 10 persen dari 7 juta anak mengalami masalah. (Dok. Ist)
Iklan

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Jakarta - Krisis kesehatan jiwa anak di Indonesia menjadi sorotan pemberitaan media massa pada 9-12 Maret 2026 lalu. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan berdasarkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis periode 2025-2026.

Dari sekitar 7 juta anak yang diperiksa, hampir 10 persen menunjukkan indikasi masalah kesehatan jiwa. Rinciannya, 338.000 anak atau 4,4 persen mengalami gejala kecemasan.

Sementara itu, 363.000 anak atau 4,8 persen lainnya mengalami gejala depresi. Selain isu kesehatan jiwa, Indonesia juga menghadapi tantangan besar dalam eliminasi kusta.

Saat ini, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia untuk kasus kusta. Kondisi ini memicu percepatan langkah skrining dan surveilans nasional untuk penanganan penyakit tersebut.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak. Terutama menjelang periode mobilisasi tinggi seperti mudik Idul Fitri.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan pencegahan dan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak sebagai perlindungan utama. Untuk mendukung kelancaran mudik, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan sekitar 7.000 posko kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengemudi bus. Langkah ini bertujuan untuk menjamin keselamatan perjalanan selama mudik.

Dalam upaya penguatan sistem kesehatan jangka panjang, Kementerian Kesehatan menjalin sinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi . Kerja sama ini berlangsung untuk periode 2026-2030.

Sinergi ini bertujuan mengawasi industri obat, memberantas korupsi, dan menekan harga obat agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Di sisi lain, fokus pada pemulihan daerah pascabencana juga dilakukan.

Khususnya di wilayah Sumatera, melalui alokasi anggaran sebesar Rp529 miliar. Selain itu, diberikan juga hibah berupa 31 unit ambulans untuk memperkuat layanan kesehatan setempat.

***

Iklan
Kemenkes Pastikan Hampir 40 Rumah Sakit Vertikal Siaga Penuh Selama Libur Panjang
Artikel Selanjutnya

Kemenkes Pastikan Hampir 40 Rumah Sakit Vertikal Siaga Penuh Selama Libur Panjang

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 17 Maret 2026, 10:15 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB
Sumber: Rilis

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini