Jakarta - Ir. R. Haidar Alwi, Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menegaskan kelancaran mudik Lebaran 1447 H atau 2026 adalah hasil kerja sistem Polri.
Sistem tersebut telah disiapkan jauh sebelum arus kendaraan meningkat. Haidar Alwi, yang juga Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, menyebut bahwa masyarakat seringkali hanya melihat Polri di jalan raya.
Padahal, inti kerja Polri dimulai dari perencanaan, prediksi, dan pengendalian situasi jauh sebelum momentum mudik.
“Banyak orang melihat mudik dari kaca depan kendaraan, padahal Polri melihatnya dari peta besar pergerakan manusia," tegas Haidar Alwi.
Ia menambahkan, "Mereka bekerja sebelum kita berangkat, saat kita di jalan, dan bahkan saat kita belum menyadari potensi masalahnya.”
Mudik Lebaran tahun 2026 disebut sebagai ujian nyata kapasitas negara dalam mengelola pergerakan puluhan juta rakyat secara bersamaan. Polri mengerahkan lebih dari 161 ribu personel gabungan dan mendirikan ribuan pos pengamanan serta pelayanan.
“Negara diuji bukan saat situasi tenang, tetapi saat tekanan memuncak," ujar Haidar Alwi.
Menurutnya, "Mudik adalah momen ketika sistem benar-benar diuji. Jika tetap terkendali, itu berarti negara hadir dengan cara yang nyata, bukan sekadar simbol.”