Sabtu, 4 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Korem 072/Pamungkas Gelar Sosialisasi Penyakit Jantung, Dorong Prajurit Hidup Sehat

BAGIKAN:
Korem 072/Pamungkas Gelar Sosialisasi Penyakit Jantung, Doro...
0
Korem 072/Pamungkas Gelar Sosialisasi Penyakit Jantung, Dorong Prajurit Hidup Sehat
Prajurit TNI dan PNS Korem 072/Pamungkas mengikuti sosialisasi penyakit jantung untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat. (Dok. Ist)
Iklan

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Tangerang - Prajurit TNI dan PNS Korem 072/Pamungkas mengikuti sosialisasi penyakit jantung di Aula Sugiono Makorem 072/Pamungkas pada Senin (16/3/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pencegahan, gejala, serta deteksi dini penyakit jantung.

Sosialisasi juga mendorong penerapan gaya hidup sehat bagi seluruh prajurit dan pegawai. Acara tersebut diselenggarakan oleh Denkesyah 04.04.02 Yogyakarta.

Dandenma Korem 072/Pamungkas, Mayor Inf Rizki Sudarmanto, menyampaikan bahwa penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi setelah stroke. Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius.

"Saya mengharapkan seluruh prajurit dan PNS Korem 072/Pamungkas mengikuti sosialisasi ini dengan baik dan memperhatikan materi dari pemateri,” ujar Mayor Inf Rizki Sudarmanto.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Dr Soetarto, dr Christina Shelly Budi Suharto, menjelaskan berbagai hal terkait penyakit jantung. Materi yang disampaikan meliputi fungsi jantung, cara mendiagnosis, hingga pencegahannya.

Ia menyebut penyakit jantung terjadi akibat penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan lapisan dinding pembuluh yang kemudian menebal dan menjadi kaku.

“Gejala serangan jantung antara lain nyeri dada lebih dari 10 menit, biasanya terasa di belakang tulang dada atau dada sebelah kiri seperti ditekan atau ditindih benda berat,” jelas dr Christina Shelly Budi Suharto. Menurut dr Christina, banyak faktor risiko yang memicu penyakit jantung.

Faktor-faktor tersebut antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, jarang berolahraga, obesitas, hingga riwayat keluarga. Ia juga mengingatkan pentingnya deteksi dini karena penyakit ini tidak mengenal usia maupun jenis kelamin.

“Disarankan bagi usia di atas 40 tahun untuk melakukan check up jantung setidaknya setahun sekali. Jika sudah terindikasi, lakukan pengobatan rutin dan ubah gaya hidup dengan olahraga teratur, berhenti merokok, serta memperbanyak konsumsi sayur,” kata dr Christina Shelly Budi Suharto.

“Kesehatan sangat penting untuk menunjang tugas pokok agar kinerja tetap optimal,” tutup dr Christina Shelly Budi Suharto.

***

Iklan
Mahasiswa KKN UMG Gelar Skrining Kesehatan Gula Darah dan Kolesterol di Gresik
Artikel Selanjutnya

Mahasiswa KKN UMG Gelar Skrining Kesehatan Gula Darah dan Kolesterol di Gresik

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 16 Maret 2026, 10:45 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB
Sumber: Rilis

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini