Ikuti Kami
Minggu, 5 Juli 2026 Versi Web

Iran Kaji Izin Kapal Lewat Selat Hormuz, Syarat Pembayaran Pakai Yuan

Penulis: Redaksi
Senin, 16 Maret 2026 | 03:30 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Iran sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz. Syarat utamanya adalah transaksi pembayaran kargo minyak harus menggunakan mata uang China, Yuan.

Langkah ini muncul di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Trump mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg, Iran, jika Teheran terus memblokir kapal di Selat Hormuz.

Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa negaranya sedang mengkaji izin bagi sejumlah kecil kapal tanker minyak. Ini merupakan bagian dari rencana baru Iran dalam mengelola arus kapal tanker melalui selat tersebut.

Perdagangan minyak internasional umumnya menggunakan dolar AS. Namun, ada pengecualian untuk minyak Rusia yang dikenai sanksi, yang diperdagangkan dalam rubel atau yuan.

Kekhawatiran pasar terhadap situasi di Selat Hormuz telah mendorong harga minyak ke titik tertinggi sejak Juli 2022. Selat ini memang merupakan jalur penting bagi energi dunia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memperingatkan bahwa pembatasan arus kapal melalui Selat Hormuz akan berdampak besar pada upaya kemanusiaan. Dampak ini akan semakin terasa seiring berlanjutnya perang.

"Ketika kapal berhenti bergerak melalui Selat itu, konsekuensinya menyebar dengan cepat," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher.

Tom Fletcher menambahkan, "Makanan, obat-obatan, pupuk, dan persediaan lainnya menjadi lebih sulit untuk dipindahkan dan lebih mahal untuk dikirim."

Perang di Iran sendiri dimulai oleh Israel dan AS pada 28 Februari 2026 lalu. Serangan AS-Israel menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, tewas.

Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan pangkalan AS di negara-negara kawasan Teluk. Pembalasan ini juga termasuk penutupan Selat Hormuz.

Selain pembayaran dengan Yuan, Iran juga menetapkan syarat lain bagi kapal-kapal minyak yang ingin melintas. Negara asal kapal harus mengusir duta besar AS dan Israel dari negara masing-masing.

***

Penulis: Redaksi
Senin, 16 Maret 2026 | 03:30 WIB
Sumber: Rilis
Artikel Selanjutnya

Menteri Pertahanan AS Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Terluka

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Geopolitik Memanas!

Senin, 23 Maret 2026 | 14:45 WIB

Haidar Alwi: Iran Mandiri di Tengah Embargo 4 Dekade

Jumat, 20 Maret 2026 | 19:36 WIB
↑ Kembali ke atas
Iran Kaji Izin Kapal Lewat Selat Hormuz, Syarat Pembayaran Pakai Yuan

Bagikan artikel ini melalui