DISTRIKBANTENNEWS.COM, Bandung - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus atau dr. Benny mendorong strategi deteksi dini tuberkulosis yang agresif dan masif.
Pendekatan ini ditargetkan menjangkau hingga tingkat rumah tangga. Penegasan itu disampaikan dr.
Benny dalam Kunjungan Kerja percepatan eliminasi TBC. Kegiatan berlangsung di Gedung Mohamad Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa kemarin (10/3/2026).
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus juga turut hadir dalam kunjungan kerja tersebut. Kegiatan ini bertujuan memantau langsung pelaksanaan program kesehatan di daerah.
Selain itu, kunjungan kerja ini juga untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Tujuannya adalah mempercepat upaya eliminasi TBC di Indonesia.
Pemerintah kini fokus pada perubahan paradigma penanggulangan TBC. Dari sebelumnya pasif, yakni menunggu pasien datang, kini menjadi aktif dengan mendatangi sumber penularan.
Langkah ini diambil untuk menekan angka infeksi TBC yang masih tinggi. Indonesia menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030.
Wamenkes Benny menyoroti pentingnya penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama . Penguatan ini dilakukan melalui strategi deteksi dini yang lebih masif.
Ia menargetkan 100 persen kontak erat dari pasien TBC wajib diperiksa. Ini untuk memastikan penanganan komprehensif sejak dini dan memutus mata rantai penularan.
***