Ikuti Kami
Selasa, 7 Juli 2026 Versi Web

Haidar Alwi Soroti Peran Polri

Penulis: Redaksi
Rabu, 11 Maret 2026 | 21:09 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Jakarta - Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago pada 9 Maret 2026 memicu diskusi luas di ruang publik. Saat kuliah umum di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri, Djamari mengingatkan kerja keras polisi menjaga keamanan masyarakat. Di tengah kritik yang sering muncul, Ir. R. Haidar Alwi, MT, Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, konsisten mengajak masyarakat memahami peran Polri secara utuh.

Haidar Alwi berulang kali menegaskan bahwa stabilitas negara tidak lahir secara kebetulan. Stabilitas itu dijaga setiap hari oleh institusi keamanan yang bekerja di belakang layar, sering tanpa sorotan dan apresiasi. Menurut Haidar Alwi, menilai kepolisian hanya dari peristiwa yang viral merupakan cara pandang sempit.

"Dalam psikologi sosial ada konsep yang disebut availability bias," jelas Haidar Alwi. Ia menambahkan, ini adalah kecenderungan manusia menilai suatu institusi berdasarkan peristiwa yang paling mudah diingat. Satu kasus viral bisa menutupi ribuan pekerjaan polisi yang berjalan baik setiap hari.

Penjelasan tersebut menjadi relevan di era media sosial, ketika informasi bergerak sangat cepat dan sering didorong oleh emosi. Akibatnya, satu peristiwa dapat membentuk opini besar terhadap sebuah institusi yang sebenarnya memiliki peran jauh lebih kompleks.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat biasanya melihat polisi hanya ketika terjadi masalah. Ketika ada kecelakaan, konflik sosial, atau kejahatan, polisi muncul sebagai pihak yang harus menyelesaikan situasi tersebut. Namun, ketika keamanan berjalan normal, jarang ada yang bertanya siapa yang menjaga keadaan tetap tenang.

"Dalam studi keamanan negara ada prinsip yang dikenal sebagai the invisible success of security," tegas Haidar Alwi. Ia menjelaskan, keberhasilan terbesar aparat keamanan justru terjadi ketika ancaman berhasil dicegah sebelum menjadi krisis. Karena itu, keberhasilan polisi sering tidak terlihat, sementara kegagalan kecil bisa langsung menjadi sorotan besar.

Fenomena ini membuat pekerjaan polisi sering berada dalam situasi paradoks. Ketika mereka bertindak tegas, sebagian orang menilai tindakan tersebut berlebihan. Namun, ketika situasi tampak tenang, muncul anggapan bahwa polisi tidak bekerja.

Padahal, sebagian besar tugas kepolisian justru berada pada wilayah pencegahan. Mereka meredam konflik sebelum membesar, mengatur ketertiban sebelum terjadi kekacauan, dan menjaga stabilitas sosial. Menurut Haidar Alwi, memahami fungsi pencegahan ini penting agar masyarakat tidak terjebak pada persepsi sederhana.

Penulis: Redaksi
Rabu, 11 Maret 2026 | 21:09 WIB
Artikel Selanjutnya

Korsabhara Baharkam Polri Bagikan 500 Paket Takjil, Peringati Hari Jadi ke-74

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Haidar Alwi Soroti Peran Polri

Bagikan artikel ini melalui