Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, menyatakan tidak akan pernah lagi melatih klub tersebut. Keputusan ini muncul setelah ia diberhentikan secara menyakitkan dua tahun silam.
Xavi juga menuding Presiden Barcelona, Joan Laporta, dipengaruhi oleh penasihatnya, Alejandro Echevarria, dalam proses pemecatannya. Ia mengaku kecewa dengan perlakuan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Xavi kepada media La Vanguardia. Ia merasa sudah menyelesaikan perannya baik sebagai pemain maupun pelatih di klub Catalan tersebut.
"Sekarang saya berpikir bahwa saya enggak akan pernah kembali ke Barca," ujar Xavi.
"Saya sudah menyelesaikan waktu saya sebagai seorang pemain dan pelatih," tambahnya. Xavi merupakan figur ikonik bagi Barcelona, menghabiskan 17 tahun sebagai pemain.
Selama itu, ia mencatatkan lebih dari 500 penampilan dan memenangi 25 medali juara. Sebagai juru taktik, Xavi berhasil membawa Barcelona menjuarai Liga Spanyol musim 2022/2023.
Gelar tersebut merupakan yang pertama bagi klub dalam empat tahun terakhir. Pada musim berikutnya, Xavi sempat mengumumkan pengunduran diri.
Namun, ia kemudian mengubah keputusannya untuk tetap melanjutkan kontraknya dengan Barcelona. Meski demikian, Barcelona justru memutuskan untuk memecat Xavi pada musim panas 2024.