Di bawah langit Tangerang yang cerah, ratusan pasang mata berbinar menyatu dalam satu pesta, yaitu lesta cinta dan pengesahan. Di antara 106 pasangan pengantin yang hari itu melangkah ke pelaminan rakyat, berdiri Owen Rahadian (28) dan Mishel (23) sepasang suami istri muda dari Kecamatan Cipondoh, dengan senyum yang sulit disembunyikan.
Mereka baru sebulan menikah, 18 Januari lalu. Masih hangat janji yang diucap, masih segar kenangan akad dan restu keluarga.
Ketika kabar tentang Tangerang Ngebesan sampai ke telinga Mishel, ia tak ragu mengajak sang suami.
“Beb, ikut yuk. Dan setelah itu kita proses sampai akhirnya membawa kita sampai sini. Ini pengalaman besar buat kami," ucap Owen.
Bagi Owen dan Michelle, Tangerang Ngebesan bukan sekadar acara pemerintah. Ia adalah resepsi kedua, resepsi yang dirayakan bersama satu kota.
Iring-iringan adat, musik tradisional, pelaminan, foto booth, tawa para tamu, dan wajah-wajah bahagia yang tak saling mengenal, semuanya menjelma satu suasana, yaitu hangat dan manusiawi.
“Seru, asik… amazing,” ujar Owen pelan, seolah masih ingin menyimpan sebagian rasa bahagianya.
Mishel pun merasakan hal yang sama. Di tengah riuh pesta, ia merasa kembali menjadi pengantin untuk kedua kalinya.