Indikator sosial ekonomi Provinsi Banten pada periode 2025 menunjukkan perkembangan positif. Hal ini ditandai dengan penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten dalam Ekspose Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (5/2/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten Budi Santoso menyatakan, penguatan indikator tersebut terlihat dari turunnya tingkat pengangguran dan meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja, terutama di wilayah perdesaan.
“Tingkat pengangguran turun. Penurunannya cukup terasa di perdesaan,” ujar Budi Santoso.
Ia menjelaskan, kenaikan penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor pertanian, diikuti industri pengolahan dan perdagangan.
“Ketika sektor pertanian naik paling tinggi, dampaknya terlihat pada penurunan pengangguran perdesaan,” katanya.
Menurut Budi, arah penguatan indikator sosial ekonomi tersebut selaras dengan implementasi program prioritas pembangunan daerah yang terus digalakkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
“Program prioritas daerah diarahkan pada penguatan konektivitas, pertanian, investasi, pendidikan, dan UMKM. Ini selaras dengan indikator sosial ekonomi yang dirilis BPS,” ujarnya.
Ia mencontohkan penguatan infrastruktur dan konektivitas melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di daerah lumbung pangan, serta renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) untuk mendukung aktivitas ekonomi desa.