Ikuti Kami
Minggu, 5 Juli 2026 Versi Web

Kenapa Sya'ban Disebut Bulan Shalawat Kepada Nabi?

Penulis: Siska Mawita
Senin, 2 Februari 2026 | 15:23 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

KOTA SERANG - Bulan Sya'ban dikenal sebagai bulan yang mulia, bahkan Rasulullah Saw menyebutkannya dengan sabda yang artinya "Sya'ban adalah bukanku." Hal ini membuat para ulama memberikan perhatian khusus terhadap bulan yang berada menjelang Ramadhan ini.

Menurut Syaikh Abd al-hamid bin Muhammad Ali Qudus dalam kitab Kanz an-Najah wa as-surur, Sya'ban merupakan bulan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Mengutip dari Tuhfah al-Ikhwan, beliau menekankan hubungan khusus antara bulan ini dengan Rasulullah.

Beliau menerangkan Jika Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an, maka Sya'ban adalah bulan untuk mempererat cinta kepada Nabi.

Kemudian, Bagaimana Asal-Usul Nama Sya'ban? Para ulama menjelaskan asal-usul penamaan bulan ini dengan berbagai pendekatan.

Ibnu Katsir menyatakan bahwa nama Sya'ban berasal dari Tasha'uba al-qaba'il, yaitu kondisi di mana kabilah-kabilah Arab terpecah dan menyebar untuk berbagai urusan seperti ekspedisi dan peperangan.

Sementara itu, Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki memberikan makna yang lebih spiritual, yaitu bahwa Sya'ban dinamakan demikian karena darinya mengalir banyak kebaikan.

Disebut dengan Nisfu Sya'ban: Malam Penetapan Takdir. Merupakan Salah satu peristiwa penting di bulan Sya'ban adalah malam pertengahan atau nisfu Sya'ban.

Banyak ulama menerangkan bahwa pada malam tersebut terjadi penetapan dan pencatatan takdir manusia untuk satu tahun ke depan.

Penulis: Siska Mawita
Senin, 2 Februari 2026 | 15:23 WIB
Artikel Selanjutnya

Peringatan Isra Mi’raj di Sindangheula Berlangsung Khidmat dan Meriah

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Kenapa Sya'ban Disebut Bulan Shalawat Kepada Nabi?

Senin, 2 Februari 2026 | 15:23 WIB

Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) 2026 Kecamatan Jatiuwung

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:17 WIB
↑ Kembali ke atas
Kenapa Sya'ban Disebut Bulan Shalawat Kepada Nabi?

Bagikan artikel ini melalui