Ikuti Kami
Jumat, 10 Juli 2026 Versi Web

Enam Rumah di Bibir Sungai Terancam, Bupati Turun Langsung Tinjau Longsor Cidurian

Penulis: Tiara Herawati
Kamis, 8 Januari 2026 | 23:19 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Tangerang — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung ke lokasi tanah longsor di sempadan Sungai Cidurian, tepatnya di Kampung Salapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kamis (8/1/26).

Peninjauan ini dilakukan menyusul tingginya curah hujan yang memicu ketidakstabilan tanah di bantaran sungai dan mengancam keselamatan warga.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah beserta jajaran, Camat Cisoka, Kapolsek Cisoka, Kepala Desa setempat, serta unsur terkait lainnya. Rombongan meninjau langsung kondisi tanah di pinggiran Sungai Cidurian yang rawan longsor dan berpotensi membahayakan permukiman warga.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan, sedikitnya terdapat enam rumah warga yang kini berada dalam kondisi rawan akibat kontur tanah yang tidak stabil di sempadan Sungai Cidurian, terlebih setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

“Di musim penghujan ini, saya bersama Kepala Dinas Bina Marga, Pak Camat, dan Kapolsek datang ke Kampung Salapajang, Desa Carenang, khususnya di lokasi yang berbatasan langsung dengan Sungai Cidurian. Ada enam rumah yang berisiko karena kondisi tanah di sempadan sungai ini tidak stabil,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama penanganan. Potensi kenaikan debit air Sungai Cidurian dinilai dapat terjadi sewaktu-waktu, dengan aliran yang semakin deras dan berisiko menggerus tanah di sekitarnya.

“Tidak memungkinkan lagi masyarakat tinggal di sini karena hujan terus turun dan dikhawatirkan debit Sungai Cidurian meningkat sewaktu-waktu dan menggerus tanah tempat tinggal enam kepala keluarga. Kita harus segera mencarikan solusi terbaik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait akan segera melakukan koordinasi lintas sektor. Langkah ini melibatkan Balai Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3), aparat keamanan, serta pemerintah wilayah setempat guna mempercepat penanganan dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar sempadan Sungai Cidurian.

Penulis: Tiara Herawati
Kamis, 8 Januari 2026 | 23:19 WIB
Artikel Selanjutnya

Kepedulian Imigrasi Mengalir ke Ponpes Yatim Piatu, Momen Hari Bakti ke-76 Jadi Sorotan

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Enam Rumah di Bibir Sungai Terancam, Bupati Turun Langsung Tinjau Longsor Cidurian

Bagikan artikel ini melalui