Jumat, 10 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Pemkot Tangsel Buka Kembali TPA Cipeucang, Tekankan Komitmen Atasi Krisis Sampah

BAGIKAN:
Pemkot Tangsel Buka Kembali TPA Cipeucang, Tekankan Komitmen...
0
Pemkot Tangsel Buka Kembali TPA Cipeucang, Tekankan Komitmen Atasi Krisis Sampah
Iklan

Instruksi dan supervisi Kementerian Lingkungan Hidup;
Penerapan SOP dan standar lingkungan yang diperketat;
Penguatan pengawasan dan pengelolaan teknis di area TPA untuk meminimalkan dampak bau dan risiko longsor;
Tuntutan warga terdampak;
“Justru dengan beroperasinya kembali TPA Cipeucang secara terukur, Pemkot berupaya menghindari kelalaian sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan sampah dan kesehatan lingkungan. Membiarkan sampah menumpuk di jalanan dan pemukiman akan jauh lebih berbahaya dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum,” lanjut Asep.

Menghormati Warga Cipeucang dan Membangun Kepercayaan

Pemkot menyadari sepenuhnya bahwa warga di sekitar TPA Cipeucang telah menanggung dampak lingkungan. Oleh karena itu, Pemkot menegaskan beberapa komitmen:

Melanjutkan dan memperkuat komunikasi intensif dengan perwakilan warga terdampak, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.
Melakukan koreksi jajaran internal Pemkot khususnya TPA Cipeucang.
Menyiapkan langkah-langkah teknis perbaikan pengelolaan TPA, termasuk pengendalian bau, penataan timbunan sampah, dan pengetatan SOP operasional.
Menyiapkan skema perlindungan dan peningkatan kesejahteraan bagi warga terdampak, dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam hal masih terdapat perbedaan pandangan, Pemkot akan terus membuka ruang dialog dan forum aspirasi, dengan harapan tercapai titik temu antara kebutuhan warga sekitar TPA dan kepentingan kesehatan seluruh warga kota.

Rencana Jangka Menengah dan Panjang Pengelolaan Sampah

Pemkot menegaskan bahwa Cipeucang bukan satu-satunya jawaban atas persoalan sampah di Tangsel. TPA Cipeucang ditempatkan sebagai bagian dari solusi transisi. Sejalan dengan itu, Pemkot tengah mengakselerasi:

Penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui TPS3R dan program pengurangan sampah rumah tangga;
Pengembangan skema kerja sama regional dan teknologi pengolahan sampah (termasuk opsi energi dari sampah) sesuai peta jalan yang disampaikan kepada pemerintah pusat;
Evaluasi menyeluruh tata kelola sampah agar kejadian serupa tidak berulang di masa mendatang.
“Kita harus jujur mengakui bahwa laju pertumbuhan kota dan keterbatasan lahan membuat tantangan pengelolaan sampah semakin kompleks. Pemerintahan saat ini memilih untuk menghadapi persoalan tersebut secara terbuka dan mempercepat pembenahan yang mungkin tertunda di masa lalu. Fokus kami adalah bekerja dan menghadirkan solusi, bukan saling menyalahkan,” kata Asep.

Ajakan kepada Seluruh Pihak

Iklan
Peparkot Kota Serang 2025 Digelar, Targetkan 20 Medali di Peparprov V 2026
Artikel Selanjutnya

Peparkot Kota Serang 2025 Digelar, Targetkan 20 Medali di Peparprov V 2026

Iklan
Iklan
Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 23 Desember 2025, 10:30 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini