Jejak Jawara hingga Si Pitung, Misteri Asal-usul Kampung di Belendung Terkuak
Kala itu, Si Pitung yang masih berusia sekitar 18 tahun, kerap mendatangi KH. Kilin yang berusia 30 tahun dengan mengayuh sepeda damas atau ontel. Bahkan, sebagai bentuk penghormatan, Pitung disebut sempat menciptakan sebuah slogan yang mengakar kuat di benak masyarakat.
“KH. Kilin adalah guruku, guru syariatku”.
“Jadi ketika Si Pitung belajar ke KH. Kilin, orang mulai bertanya siapa Kiai Kilin, siapa H. Kilin, saat itulah nama kampung kami mulai dikenal orang,” jelasnya.
Kisah-kisah inilah yang menjadikan Belendung bukan sekadar nama di peta Kota Tangerang, melainkan simpul sejarah yang menyimpan jejak jawara, ulama, dan legenda Betawi yang hingga kini masih hidup dalam ingatan warganya.***
Penulis: Tiara Herawati
Jumat, 19 Desember 2025 | 15:30 WIB