Ikuti Kami
Kamis, 9 Juli 2026 Versi Web

Jejak Jawara hingga Si Pitung, Misteri Asal-usul Kampung di Belendung Terkuak

Penulis: Tiara Herawati
Jumat, 19 Desember 2025 | 15:30 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Tangerang — Menelusuri sejarah sebuah wilayah bukan sekadar mencari koordinat peta, melainkan menggali kembali ingatan kolektif tentang para tokoh dan peristiwa masa lalu yang membentuk identitasnya. Dari penelusuran itulah, kisah-kisah lama di Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, kembali terangkat ke permukaan.

Melalui buku “Melacak Asal Muasal Kampung Di Kota Tangerang”, terungkap bahwa nama-nama kampung di wilayah Belendung menyimpan cerita yang jauh dari kata biasa. Mulai dari Kampung Kepu hingga Bulak Amerika, semuanya berakar dari kisah unik para jawara, keberadaan pohon-pohon keramat, hingga jejak pelarian spiritual sang jagoan Betawi legendaris, Si Pitung.

Berdasarkan penuturan tokoh masyarakat setempat, seperti Izzudin dan Sulaiman (71), nama Belendung bukanlah sekadar sebutan tanpa makna. Nama tersebut diambil dari sosok berpengaruh pada rentang waktu 1920-an hingga 1940-an, yakni Ki Belendung.

Ia dikenal sebagai seorang jawara atau jegger yang kerap singgah di bawah pohon kedondong besar untuk mencicipi dagangan tape para pedagang yang melintas.

Keberanian serta pengaruh Ki Belendung di wilayah tersebut membuat namanya melekat dan kemudian diabadikan sebagai nama kawasan yang kini menjadi bagian penting dari pemekaran wilayah Batuceper.

Namun, kisah Belendung tidak berhenti pada figur jawara semata. Wilayah ini juga tercatat sebagai salah satu pusat syiar Islam yang disegani.

Peran itu dibuktikan melalui sosok KH. Kilin Izzudin, seorang ulama besar yang masjidnya, Al Barkah, dikenal sebagai mercusuar spiritual pertama di wilayah Batuceper-Belendung.

“Sebelum bergerak ke Batavia, Si Pitung pun sempat kemari untuk belajar kepada KH. Kilin, kira-kira sebelum tahun 1870. Perjuangan Si Pitung di tahun 1870-an melakukan pemberontakan kepada Hindia Belanda. Bukti Si Pitung pernah belajar kepada KH. Kilin terungkap dari kata-kata KH. Kilin kepada cucunya, 'Mat-mat noh Si Pitung baru sampe noh Mat',” ucapnya.

Penulis: Tiara Herawati
Jumat, 19 Desember 2025 | 15:30 WIB
Artikel Selanjutnya

Era Baru Layanan Pajak Digital, Pemkot Tangerang Percepat Elektronifikasi demi PAD dan Kepercayaan Publik

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Jejak Jawara hingga Si Pitung, Misteri Asal-usul Kampung di Belendung Terkuak

Bagikan artikel ini melalui