"Saya titip kepada teman-teman, masuk di organisasi kemahasiswaan itu sebagai pendorong menambah kompetensi dan menambah wawasan. Tapi tujuan utamanya supaya teman-teman semua bisa sekolah, semangat belaja dan cepat mendapatkan predikat sarjana," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Raya, Aji Mustajar, menyampaikan bahwa Training Akbar Nasional tersebut bukan sekadar forum peningkatan kapasitas, melainkan proses pematangan ideologis dan pembentukan jiwa kepemimpinan kader HMI.
"Pada fase ini, HMI bukan hanya mencetak para aktivis, tapi pada fase ini HMI membutuhkan pemimpin perubahan. Pemimpin yang mampu membaca realitas, pemimpin yang mampu memperkuat strategi, dan pemimpin yang menjadi pelopor perubahan," ungkap Aji.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukanlah akhir dari proses perkaderan, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menjaga marwah organisasi dan kesinambungan kaderisasi.
"Saya berharap kader-kader yang mengikuti proses Training Akbar Nasional ini mampu menjadi kader yang berintegritas, berilmu, serta keberpihakan kepada umat dan bangsa, sebagaimana cita-cita luhur Himpunan Mahasiswa Islam. Mampu menghadirkan solusi dan menyajikan kontekstual yang berkelanjutan," ujarnya.
Penutupan Training Akbar Nasional HMI ini pun menjadi penanda awal peran baru bagi para kader untuk tampil sebagai pemimpin perubahan yang berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan daerah.***