Bunda PAUD Provinsi Banten Tekankan Praktik Baik PAUD sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Anak
“Alhamdulillah, saya lihat guru-gurunya sudah bisa berakselerasi menggunakan smartboard, meskipun belum ada kunjungan dari pusat. Ini program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan semoga bermanfaat sebagai penunjang pembelajaran,” jelasnya.
Meski demikian, Tinawati mengingatkan pentingnya pengawasan dalam penggunaan teknologi, khususnya bagi anak usia dini. Ia menekankan bahwa pemanfaatan fasilitas digital harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan anak.
“Penggunaannya harus diperhatikan, dibatasi waktunya. Kalau tidak salah hanya sekitar 30 menit, agar anak-anak tetap aman dan optimal dalam belajar,” katanya.
Lebih lanjut, Tinawati juga menegaskan pentingnya sinergi antara orang tua, guru, dan lingkungan dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi dimulai dari lingkungan keluarga.
“Karakter itu dibentuk dari rumah. Sinergitas orang tua, guru, dan lingkungan sangat penting. Penggunaan gadget juga harus diperhatikan agar anak tidak terlalu terpapar, karena bisa berdampak seperti speech delay,” seru dia.
Melalui pembinaan praktik baik PAUD ini, Bunda PAUD Provinsi Banten berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di seluruh kabupaten dan kota. Ia juga mendorong penguatan PAUD negeri sebagai bagian dari kebijakan wajib belajar 13 tahun yang dimulai sejak pendidikan anak usia dini.
“Pendidikan harus mengakar dari bawah. Dengan PAUD yang kuat, kita sedang menyiapkan generasi yang berkarakter, sehat, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya. ***